Investigasi Forensik Dalam Proses Pencarian Bukti Digital Dengan Menggunakan Metode NIJ (National Institute Of Justice)
Keywords:
Digital Forensik, Metode NIJ, FTK Imager, Autopsy, FlashDiskAbstract
Perkembangan teknologi informasi mempermudah distribusi data digital, namun juga meningkatkan potensi kejahatan siber seperti penyebaran konten pornografi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Metode National Institute of Justice (NIJ) dalam pencarian bukti digital serta efektivitas FTK Imager dan Autopsy dalam mengungkap kasus penyebaran konten pornografi pada FlashDisk SanDisk Ultra 3.0 berkapasitas 16 GB. Penelitian menggunakan pendekatan forensik digital eksperimental dengan tahapan identifikasi, akuisisi, analisis, dan pelaporan. Pada tahap akuisisi, pembuatan forensic image dilakukan dengan FTK Imager menggunakan tiga variasi image fragment size (0 MB, 16.000 MB, dan 1.500 MB), lalu diverifikasi menggunakan algoritma MD5 dan SHA-256. Analisis dilanjutkan dengan Autopsy untuk mengekstraksi file aktif, file terhapus, dan artefak digital lainnya. Hasil penelitian menunjukkan proses akuisisi berjalan efisien dan aman, dengan kecepatan rata-rata 20,7 MB/s dan integritas data yang terjaga. Autopsy mampu memulihkan berbagai file penting terkait kasus. Dengan demikian, penerapan Metode NIJ dengan kombinasi FTK Imager dan Autopsy terbukti efektif, cepat, dan akurat dalam pengungkapan bukti digital kasus penyebaran konten pornografi.